BidVertiser
Sunday, November 10, 2013
Thursday, November 7, 2013
Tuesday, November 5, 2013
Dilarang Akses Facebook, ABG Bunuh Diri
TEMPO.CO, Parbhani - Seorang
remaja di India bunuh diri gara-gara Facebook. Alasannya, orang tuanya
melarang perempuan 17 tahun itu mengakses situs jejaring sosial
tersebut.
Aishwarya Dahiwal ditemukan tergantung di kamar tidur rumahnya yang terletak di Kota Parbhani, India Barat. Dia bertengkar dengan orang tuanya yang menilai sang anak terlalu berlebihan menghabiskan waktu bermain Facebook.
Dia meninggalkan catatan bunuh diri dan mengatakan tidak bisa hidup tanpa situs jejaring sosial Facebook. Aishwarya juga menyalahkan orang tuanya atas aksi nekatnya. "Apakah Facebook demikian buruk," tulis Dahiwal, seperti dilansir news.com.au, Ahad, 27 Oktober 2013. "Aku tidak bisa tinggal di rumah dengan batasan semacam itu seperti aku tidak bisa hidup tanpa Facebook," dia melanjutkan.
Namun, polisi tidak menyalahkan orang tua Dahiwal. "Layaknya semua orang tua, niat mereka hanya untuk memastikan bahwa gadis itu tidak tersesat," kata GH Lembuge, petugas polisi setempat yang menginvestigasi kasus tersebut. "Mereka menasihatinya untuk konsentrasi pada pelajaran teknik dan menjauhi mengobrol di telepon dan situs jejaring sosial berlama-lama," ujar Lembuge.
Media setempat mengatakan makin banyaknya akses Internet membuat banyak siswa SMA di daerah tersebut yang menggunakan telepon mereka dan berkomunikasi secara eksklusif via Facebook.
Aishwarya Dahiwal ditemukan tergantung di kamar tidur rumahnya yang terletak di Kota Parbhani, India Barat. Dia bertengkar dengan orang tuanya yang menilai sang anak terlalu berlebihan menghabiskan waktu bermain Facebook.
Dia meninggalkan catatan bunuh diri dan mengatakan tidak bisa hidup tanpa situs jejaring sosial Facebook. Aishwarya juga menyalahkan orang tuanya atas aksi nekatnya. "Apakah Facebook demikian buruk," tulis Dahiwal, seperti dilansir news.com.au, Ahad, 27 Oktober 2013. "Aku tidak bisa tinggal di rumah dengan batasan semacam itu seperti aku tidak bisa hidup tanpa Facebook," dia melanjutkan.
Namun, polisi tidak menyalahkan orang tua Dahiwal. "Layaknya semua orang tua, niat mereka hanya untuk memastikan bahwa gadis itu tidak tersesat," kata GH Lembuge, petugas polisi setempat yang menginvestigasi kasus tersebut. "Mereka menasihatinya untuk konsentrasi pada pelajaran teknik dan menjauhi mengobrol di telepon dan situs jejaring sosial berlama-lama," ujar Lembuge.
Media setempat mengatakan makin banyaknya akses Internet membuat banyak siswa SMA di daerah tersebut yang menggunakan telepon mereka dan berkomunikasi secara eksklusif via Facebook.
Harga Properti Sekitar Waduk Pluit Berpotensi Naik
TEMPO.CO, Jakarta
- Pengamat dan analis properti dari Jones Lang LaSalle, Anton Sitorus,
mengatakan bahwa normalisasi dan penataan Waduk Pluit, Penjaringan,
Jakarta Utara, berpotensi menaikkan harga atau nilai properti di kawasan
itu. "Kami memang belum memperhatikan langsung nilai properti di dekat
proyek-proyek pemerintah, ya, tapi kecenderungannya seperti itu (nilai
properti naik)," ujar Anton, Senin, 4 November 2013.
Anton menjelaskan, daerah yang sudah rapi cenderung menaikkan harga properti atau tanah karena memberikan nilai tambah pada keduanya. Penataan akan mengundang arus investasi.
Anton menambahkan, sudah banyak kasus di mana penataan berujung pada kenaikan nilai properti. Di kawasan Agung Podomoro Pluit, misalnya, kata Anton, kawasan itu semakin ramai setelah ada begitu banyak fasilitas yang dibangun.
Ditanyai seberapa besar kenaikan nilai properti yang bisa terjadi, Anton berkata hal itu bergantung pada pengembangan dan penataan yang dilakukan pemerintah. Kawasan yang ditata jadi perumahan elite, misalnya, bisa menaikkan nilai properti hingga 50 persen.
"Naik dua kali lipat juga bisa. Nilainya naik itu pasti," Anton menegaskan.
Anda bisa baca hasil kerja keras Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas Waduk Pluit di sini. Termasuk tentang perkembangan terbaru terkait ancaman banjir yang berhasil ditekan di sini.
Anton menjelaskan, daerah yang sudah rapi cenderung menaikkan harga properti atau tanah karena memberikan nilai tambah pada keduanya. Penataan akan mengundang arus investasi.
Anton menambahkan, sudah banyak kasus di mana penataan berujung pada kenaikan nilai properti. Di kawasan Agung Podomoro Pluit, misalnya, kata Anton, kawasan itu semakin ramai setelah ada begitu banyak fasilitas yang dibangun.
Ditanyai seberapa besar kenaikan nilai properti yang bisa terjadi, Anton berkata hal itu bergantung pada pengembangan dan penataan yang dilakukan pemerintah. Kawasan yang ditata jadi perumahan elite, misalnya, bisa menaikkan nilai properti hingga 50 persen.
"Naik dua kali lipat juga bisa. Nilainya naik itu pasti," Anton menegaskan.
Anda bisa baca hasil kerja keras Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas Waduk Pluit di sini. Termasuk tentang perkembangan terbaru terkait ancaman banjir yang berhasil ditekan di sini.
Korban Tabrak Lari Anak Jenderal Menolak Damai
TEMPO.CO, Sidoarjo - Polisi
diminta untuk melanjutkan pemeriksaan terhadap tersangka kasus tabrak
lari di halaman SMA Hang Tuah 2 Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo.
Permintaan itu disampaikan Setyo Nugroho, salah satu korban dalam
kecelakaan itu. Setyo menyatakan dirinya menolak untuk berdamai dengan
tersangka. (Baca: Anak Jenderal Jadi Tersangka Tabrak Lari 10 Siswa)
"Saya ingin kasus terus berlanjut. Masalah mengganti pengobatan, itu kan sudah kewajiban tersangka," kata Setyo, karyawan bagian administrasi logistik SMA Hang Tuah 2, Selasa, 5 November 2013.
Menurut Setyo, Anggara harus mempertanggungjawabkan tindakannya sesuai koridor hukum. Setyo menderita cedera sendi kaki kiri akibat ditabrak mobil Honda Jazz bernomor polisi L 177 AY yang dikendarai Anggara.
Setyo mengatakan, dia telah mengeluarkan uang Rp 565 ribu untuk biaya pengobatan di RS Mitra Keluarga. "Saya bawa ke sangkal putung saja. Biayanya lebih murah dan sudah habis Rp 1 juta untuk pengobatan," ujarnya. Dia berharap, orang tua tersangka, Brigjen Purnawirawan Totok Sudharto, meminta maaf kepada para korban dan mengganti seluruh biaya pengobatan.
Anggara berurusan dengan pihak berwajib lantaran menabrak sejumlah siswa SMA Hang Tuah 2. Insiden itu terjadi pada 31 Oktober 2013 pukul 12.30. Tersangka datang ke sekolah itu mengendarai mobil Honda Jazz untuk menjemput kekasihnya, Natasha. Satpam sekolah sudah melarang Anggara masuk lewat pintu belakang. Namun, larangan itu tidak digubris. (Baca:Tabrak Lari Anak Jenderal Diduga Kriminalitas )
Tiba di area parkir, mobil Anggara langsung dikerubungi siswa dan wali murid. Dia menjadi panik dan menginjak pedal gas. Mobil itu bergerak mundur lalu menabrak kerumunan orang. Lalu, Anggara memacu mobilnya untuk meninggalkan halaman sekolah. Namun kendaraannya kembali menghantam orang.
"Saya ingin kasus terus berlanjut. Masalah mengganti pengobatan, itu kan sudah kewajiban tersangka," kata Setyo, karyawan bagian administrasi logistik SMA Hang Tuah 2, Selasa, 5 November 2013.
Menurut Setyo, Anggara harus mempertanggungjawabkan tindakannya sesuai koridor hukum. Setyo menderita cedera sendi kaki kiri akibat ditabrak mobil Honda Jazz bernomor polisi L 177 AY yang dikendarai Anggara.
Setyo mengatakan, dia telah mengeluarkan uang Rp 565 ribu untuk biaya pengobatan di RS Mitra Keluarga. "Saya bawa ke sangkal putung saja. Biayanya lebih murah dan sudah habis Rp 1 juta untuk pengobatan," ujarnya. Dia berharap, orang tua tersangka, Brigjen Purnawirawan Totok Sudharto, meminta maaf kepada para korban dan mengganti seluruh biaya pengobatan.
Anggara berurusan dengan pihak berwajib lantaran menabrak sejumlah siswa SMA Hang Tuah 2. Insiden itu terjadi pada 31 Oktober 2013 pukul 12.30. Tersangka datang ke sekolah itu mengendarai mobil Honda Jazz untuk menjemput kekasihnya, Natasha. Satpam sekolah sudah melarang Anggara masuk lewat pintu belakang. Namun, larangan itu tidak digubris. (Baca:Tabrak Lari Anak Jenderal Diduga Kriminalitas )
Tiba di area parkir, mobil Anggara langsung dikerubungi siswa dan wali murid. Dia menjadi panik dan menginjak pedal gas. Mobil itu bergerak mundur lalu menabrak kerumunan orang. Lalu, Anggara memacu mobilnya untuk meninggalkan halaman sekolah. Namun kendaraannya kembali menghantam orang.
Gara-gara Sosis, Pabrik Kembang Api Meledak
TEMPO.CO, Wuhan - Ledakan pabrik kembang api memang sering terjadi di Cina. Belum
lama ini, polisi berhasil menemukan penyebab kebakaran pabrik kembang
api yang terjadi di Wuhan, Provinsi Hubei, pada bulan September lalu.
Menurut hasil penyelidikan, ledakan itu terjadi gara-gara sosis.
Dilaporkan laman Daily Mail, kemarin, ledakan bermula saat Hung Feng, 76 tahun, menjaga pabrik kembang api milik anaknya, Ho Feng. Ho saat itu akan pergi, jadilah ia meminta ayahnya untuk menjaga pabrik.
Untuk menjaga agar tetap kenyang, Hung membawa Lap Cheong (sosis Cina) untuk mengisi perut. “Saya tahu ayah akan memasak sosis. Dan saya juga sudah memperingatkannya untuk berhati-hati saat memasak,” ujar Ho.
Benar saja, tanpa sengaja, percikan api dari pembakaran sosis itu mengenai salah satu kembang api yang memang memenuhi pabrik. Sebagai bahan yang mudah terbakar, tentu saja percikan ini langsung merambat ke seluruh kembang api. Akibatnya, bangunan pabrik seluas 200 meter persegi itu hancur. “Ini adalah sebuah tragedi. Untungnya, ayah saya selamat,” kata Ho.
Untungnya lagi, pemadam kebakaran dengan sigap datang ke lokasi kejadian. Dalam waktu dua jam, api bisa dipadamkan dan tidak merambat ke bangunan lain.
Meskipun ini adalah sebuah tragedi, kebakaran ini membawa sedikit kegembiraan bagi warga. Mereka bisa menyaksikan pertunjukan kembang api spektakuler dengan gratis selama dua jam nonstop.
Dilaporkan laman Daily Mail, kemarin, ledakan bermula saat Hung Feng, 76 tahun, menjaga pabrik kembang api milik anaknya, Ho Feng. Ho saat itu akan pergi, jadilah ia meminta ayahnya untuk menjaga pabrik.
Untuk menjaga agar tetap kenyang, Hung membawa Lap Cheong (sosis Cina) untuk mengisi perut. “Saya tahu ayah akan memasak sosis. Dan saya juga sudah memperingatkannya untuk berhati-hati saat memasak,” ujar Ho.
Benar saja, tanpa sengaja, percikan api dari pembakaran sosis itu mengenai salah satu kembang api yang memang memenuhi pabrik. Sebagai bahan yang mudah terbakar, tentu saja percikan ini langsung merambat ke seluruh kembang api. Akibatnya, bangunan pabrik seluas 200 meter persegi itu hancur. “Ini adalah sebuah tragedi. Untungnya, ayah saya selamat,” kata Ho.
Untungnya lagi, pemadam kebakaran dengan sigap datang ke lokasi kejadian. Dalam waktu dua jam, api bisa dipadamkan dan tidak merambat ke bangunan lain.
Meskipun ini adalah sebuah tragedi, kebakaran ini membawa sedikit kegembiraan bagi warga. Mereka bisa menyaksikan pertunjukan kembang api spektakuler dengan gratis selama dua jam nonstop.
Buruh PT. PLN Menuntut Menjadi Karyawan
Ribuan Buruh PT . PLN menuntuk kepada pihak perusahaan untuk mengangkat mereka menjadi Karyawan Tetap
Sunday, November 3, 2013
Friday, November 1, 2013
Subscribe to:
Comments (Atom)